News / Poverty, Health, & HR
 
Publikasi Angka Kemiskinan Jangan Ada Kepentingan Politik
By admin
Thursday, July 02, 2009 20:12:00 Clicks: 649 Send to a friend Print Version
Publikasi Angka Kemiskinan Jangan Ada Kepentingan Politik

Kamis, 02 Juli 2009 20:12 WIB

JAKARTA--MI: Publikasi berkurangnya angka kemiskinan pada Maret 2009 oleh pemerintah diharapkan tidak untuk kepentingan politis. Selain itu, komponen penghitung kemiskinan seharusnya ada yang konstan dan variabel sehingga perhitungan kemiskinan lebih lengkap.

Demikian dikatakan Anggota Komisi XI DPR Harry Azhar Azis saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/7). Apabila (Pemerintah) mau mengeluarkan angka resmi jangan ada saat kepentingan politik akan menguntungkan incumbent, katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2009 sebanyak 2,43 jiwa menjadi sebesar 32,53 juta jiwa atau sekitar 14,15%. Jumlah tersebut turun dibandingkan Maret 2008 yang mencapai 34,96 juta jiwa atau sekitar 15,42%.

Selama periode Maret 2008-Maret 2009 penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang 1,57 juta jiwa, sementara itu di daerah perkotaan sebanyak 0,86 juta jiwa. Persentase penduduk miskin antara perkotaan dan pedesaan tidak banyak berubah pada Maret 2009, sebagian besar 63,38% penduduk miskin ada di pedesaan.

Menurut Harry, angka-angka yang disajikan tersebut masih mengundang perdebatan di sisi substansi. Apakah dalam perhitungan kemiskinan itu bisa dimasukan kode komponen yang sifatnya permanen atau komponen yang sifatnya variatif.

Artinya yang bukan konstan variabel tetapi ada semacam ad hoc. Soalnya kalau ada saat karena perubahan harga akan berubah juga. Misalnya kalau panennya terganggu, kalau tidak ada pemilu, pasti ada kenaikan (kemiskinan), katanya.

Selain itu, kata Harry, data kemiskinan pemerintah perlu juga untuk dibuat kategorisasinya. Misalnya data untuk BLT 2008, pemerintah sering mengatakan jumlah kepala keluarga sangat miskin adalah 4,1 juta. Sehingga kalau dikalikan (satu keluarga berjumlah empat orang), jumlah penduduk miskin adalah 16,4 juta orang.

Untuk jumlah penduduk yang masuk kategori miskin itu 7,2 juta-7,8 juta kepala keluarga. Jadi kalau dikalikan empat, jadi 28,8 juta orang. Kalau angka masih seperti itu berarti 28,8 ditambah 16,4 jadi sudah diatas perkiraan kemiskinan pemerintah (yang 32,53 jiwa), katanya.

Hal itu artinya ada perubahan di kelompok miskin dan sangat miskin. Namun, kata Harry, kita tidak pernah tahu apakah perubahan ini disebabkan oleh variabel harga atau perubahan variabel suplai yang terkait dengan kebutuhan dasar atau disebabkan oleh tersedianya lapangan kerja.

Hal itu berbeda dan itu yang perlu dijelaskan. Kalau itu bisa dijelaskan penurunan kemiskinan itu karena penambahan lapangan pekerjaan, saya kira pencapaian pemerintah dengan penuruanan itu perlu diberi apresiasi, katanya.

Namun di sisi lain, tutur Harry, kalau perhitungannya hanya variabel yang sangat temporer. Menurut Harry pemerintah tidak bisa serta merta mengklaim jumlah kemiskinan turun. Kalau saya sendiri setuju kalu itu (berkurangnya kemiskinan) disebabkan oleh faktor-faktor price yang sensitif, katanya. (Tup/OL-03)

Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/83297
/23/2/Publikasi_Angka_Kemiskinan_Jangan_Ada_
Kepentingan_Politik
 
More Poverty, Health, & HR News
. Indonesia aims to reduce poverty rate to 11% in 2012
. Indonesia allocates 10 bln USD for poverty eradication program in 2012
. Six Case Histories Illustrating Perpetual Poverty in Indonesia
. 1,4 Juta Balita Meninggal Tiap Tahun di Indonesia
. SBY: Tekan tingkat kemiskinan hingga 8%
. Pemerintahan Baru Targetkan Penurunan Kemiskinan 9 Persen
. Korban Kasus Pelanggaran HAM Unjuk Rasa di Kejaksaan
. Pelanggaran HAM di Arab Saudi Meningkat tiap Tahun
. Tangkap 10 Anak, Polisi dan Kejagung Dinilai Langgar HAM
. Penduduk Miskin Indonesia Mencapai 34 Juta Jiwa

Berita dan Artikel

Dari Poverty Ke Power

From Poverty To Power


Citizenship Global

What is Global Citizenship?
What is Global Citizenship?

Oxfam works through education to empower young people to act for a more just, secure and sustainable world.
Download 'Education for Global Citizenship: A Guide for Schools'


Ekonomi Biru Indonesia


Ekonomi Biru Indonesia

Sistem2 Pendidikan

Challenges In The Current Education Systems


Konteks Indonesia

World-Class Education


Telecenter Vs Poverty


Teman Poverty #1

Education Enemy #1